Pada dasarnya ketika kita masuk kedalam ranah desain grafis dan multimedia, terdapat 3 (tiga) hal yang harus dipahami dan dikuasai sehingga dihasilkan sebuah hasil karya yang menarik. Yang pertama adalah bentuk atau shape, yang merupakan dasar terbentuknya sebuah obyek desain. Shape 2 dimensi hanya memiliki panjang dan lebar. Sedangkan untuk shape 3 dimensi, selain panjang dan lebar juga memiliki ruang atau kedalaman (depth). Selain shape, seorang desainer sejati harus memahami tentang warna (color) dan tata letak (position). Beberapa orang seringkali menyebut tata letak sebagai layout, dimana obyek-obyek desain akan diatur letaknya pada area kerja atau canvas.

Pada kali ini akan kita bahas sekilas tentang apa yang dimaksud dengan warna atau color. Ketika pertama kali berkenalan dengan dunia desain, biasanya pewarnaan merupakan hal yang paling mudah untuk dilakukan. Kesukaan setiap orang terhadap warna-warna tertentu akan mempengaruhi pilihan warna yang diberikan kepada obyek-obyek gambar. Padahal sesungguhnya untuk menghasilkan karya yang disukai banyak orang, acuannya adalah bukan kesukaan individu yang membuat karya desain tetapi kesukaan orang-orang yang akan melihat hasil karya tersebut.

Oleh sebab itu warnapun dikaji sebagai salah satu variabel yang harus dikuasai dan dipahami oleh seorang desain.

Mengapa superman bajunya warna biru dan celananya warna merah? Mengapa celananya tidak warna ungu saja misalnya, sama seperti celana Hulk.

Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang menjadi dasar pijakan teori-teori warna bermunculan. Selain makna warna, maka kekontrasan warna, kepekatan warna dan harmonisasi warna merupakan materi yang seringkali menjadi bahan kajian para desainer. Dan salah satu tool untuk mempelajari warna ini adalah color wheel.

color_wheelColor Wheel atau biasa juga disebut sebagai lingkaran warna merupakan representasi visual dari serangkaian warna dan cahaya yang ditangkap oleh mata manusia.
Pada awalnya berdasarkan warna-warna primer yang kemudian berkembang dengan warna-warna tambahan yang merupakan perpaduan warna-warna primer.

Secara terminologi, terdapat 5 bentuk perpaduan warna yang dapat digunakan untuk mengharmonisasi warna.

wh1

Warna primer yang merupakan warna-warna dasar dan bukan merupakan hasil perpaduan warna-warna yang lain. Warna dasar terdiri dari warna biru, merah, dan kuning.

wh2

 

Warna sekondari yang merupakan perpaduan dari 2 (dua) warna primer tertentu
wh3Warna tersier yang merupakan perpaduan antar warna-warna primer dengan warna-warna sekunder.

 

 

wh4Warna komplemen yang merupakan pilihan warna yang berada pada posisi berlawanan satu sama lain pada color wheel.

 

 

wh5Warna analogous yang merupakan pilihan warna-warna senada dan berada dalam satu kelompok atau range warna.

 

 

Warna aktif dan warna pasif

Color wheel dapat pula dibagi menjadi area atau wilayah warna aktif dan pasif. Warna-warna aktif akan ditampilkan lebih dominan daripada warna-warna pasif. Dan sebaliknya warna-warna pasif akan meredam keagresifan warna-warna aktif.

wh

Berikut ini adalah istilah-istilah warna yang sering digunakan.

  • Hue atau warna terluar dari color wheel, adalah warna termurni dan paling terang dari warna tersebut, warna ini belum dikombinasikan dengan putih, abu atau hitam.
  • Tint adalah bagian kedua terluar dari color wheel, tint adalah kombinasi antara hue dengan warna putih.
  • Kemudian bagian ketiga dari luar adalah tone, tone adalah warna hasil kombinasi hue dengan abu-abu.
  • Bagian terdalam dari color wheel adalah shade, shade adalah warna hasil kombinasi hue dengan hitam.

Demikian sedikit ulasan tentang warna, dengan harapan menjadi tambahan wawasan dalam membuat hasil karya atau sekedar memadu-padankan obyek-obyek gambar pada dokumen atau slide presentasi.

 

 

 

Iklan