Mikrotik adalah sejenis perangkat RouterBoard seperti perangkat CISCO yang memiliki segudang fitur yang dapat kita konfigurasikan untuk membangun infrastruktur jaringan baik skala kecil hingga skala besar dengan tampilan grafis alias “user friendly” melalui web base, sehingga mudah untuk melakukan konfigurasi pada perangkat tersebut. Terdapat  salah satu fitur menarik di perangkat Mikrotik yang perlu kita bahas yaitu Virtual Access Point (VAP).

Kapan harus menggunakan Virtual Access Point ?

Saat kita kekurangan slot atau interface pada wireless. Virtual AP bisa membuat 1 interface wireless dengan service yang berbeda-beda. Serta memungkinkan beberapa fungsi di fisik yang sama. Contohnya, setting Virtual AP di 1 interfaces wireless untuk 2 fungsi, 1 VAP untuk hotspot dan 1 VAP lainnya untuk wifi akses point internal kantor.

Kenapa menggunakan Virtual Access Point ?

Menguntungkan karena kita hanya menggunakan 1 interface wireless untuk banyak layanan atau fungsi. Ini bekerja seperti “VLAN”, tapi ini di interfaces wireless. Setiap virtual AP mempunyai IP address dan SSID sendiri-sendiri. Dan pastinya kita bisa mengurangi budget untuk membangun beberapa infrastruktur wireless.

wifi1

Berikut langkah-langkah membangun Virtual AP

  1. Login ke perangkat Mikrotik kita via winbox. Konek ke IP perangkat Mikrotik k\\ita, lalu masukkan user & password untuk loginwifi2
  2. Buat Interface “bridge-wifi”.
    • Caranya klik Bridge > tekan (+) > isikan baris Name: bridge-wifi, lalu di tab Ports > tekan (+) > daftarkan interface ether1 & wlan1 ke grup “bridge-wifi”

      wifi3
      Mendaftarkan Interface ke Bridge Wifi
  3. Kita asumsikan hanya meneruskan jaringan kita dengan IP Dynamic yang sudah dibuat melalui server gateway kita (IP DHCP server melalui PC Server), selanjutnya kita terapkan melalui jaringan wireless pada Mikrotik kita. Untuk itu kita terapkan aturan menggunakan DHCP Client, sebagai berikut :
    • Caranya klik IP > DHCP Client > tekan (+) > Interface pilih “brdige-wifi” > Lalu OK, lalu secara otomatis interface “bridge-wifi” dengan anggota interface ether1 & wlan1 pada perangkat mikrotik kita mendapatkan IP DHCP secara otomatis 
      wifi4
      Aktifkan fitur DHCP Client pada Bridge-Wifi

       

  4. Agar fasilitas internet di wireless kita dapat bekerja, perlu kita atur sharing internetnya
    • Caranya klik IP > Firewall > NAT > tekan (+) > di tab General isikan Chain:srcnat Out.Interface: bridge-wifi > di Tab Action isikan Action: masquerade
      wifi5
      Sharing internet untuk komputer Client

       

  5. Buat Security profile atau password untuk mengakses wireless
    • Caranya klik Wireless > Security Profiles > tekan (+). Sebagai contoh saya akan membuat security profilenya dengan nama “pass_pnfs” dan set password yang kita gunakan sebagai login akses pointnya di WPA Pre-shared key dan WPA2 Pre-shared key. Buat juga security profile lagi untuk mengakses Virtual AP yang akan kita buat sesuai dengan jumlah Virtual AP yang kita inginkan.

      wifi6
      Buat password login wireless
  6. Modifikasi Wireless pada perangkat Mikrotik
    • Caranya klik Wireless > Interface > Double klik pada interface wlan1 > di tab Wireless, kita atur seperti tampak Gambar di bawah ini :

      wifi7
      Pengubahan konfigurasi wireless
  7. Tes melalui OS kita, misal di OS Windows
    • Konek Wifi dengan OS Windows dengan nama ssid wireless terpilih “pnfs-wifi”
    • Lalu Masukkan password pada SSID “pnfs-wifi”
    • Lalu IP yang di dapat, contoh mendapatkan IP 192.168.6.187
    • Jika terkoneksi kita sudah bisa menggunakan fasilitas internet melalui browser 

      wifi11
      Tes koneksi wireless pada komputer client
  8. Membuat Interface Virtual Access Point (Virtual A
    • Caranya klik Interface > tekan tanda (+) > VirtualAP, lalu tampil interface baru dengan nama wlan3. Double klik pada interface wlan3 > di tab Wireless, kita atur seperti tampak Gambar di bawah ini :
      wifi9
      Buat virtual interface AP

       

  9. Daftarkan Interface wlan3 ke “bridge-wifi”, caranya di Bridge > Ports > tekan (+) > daftarkan interface wlan3 grup “bridge-wifi”

    wifi10
    Memasukkan wlan3 sebagai anggota bridge-wifi
  10. Tes melalui OS kita, misal di OS Windows
    • Konek Wifi dengan OS Windows dengan nama ssid wireless terpilih “wf-dudi”
    • Lalu Masukkan password pada SSID “wf-dudi”
    • Lalu IP yang di dapat adalah 192.168.6.112 (IP HCP yang telah kita buat)
    • Jika terkoneksi kita sudah bisa menggunakan fasilitas internet melalui browser
      wifi11
      Tes koneksi wireless pada client

       

  11. Melihat IP Address dan MAC Address terkoneksi ke perangkat Mikrotik
    • Caranya klik Wireless > Registration
      wifi12
      Daftar wireless komputer klien melalui wireless Mikrotik

       

  12. Menolak IP Address tertentu untuk masuk ke Wireless pada perangkat Mikrotik kita
    • Caranya klik Wireless > Registration, lalu klik kanan mouse salah satu daftar wireless yang terkoneksi pada perangkat Mikrotik kita dan pilih “Copy to Access List”
    • Pada tab Access List, Double klik pada daftar Wireless tersebut, lalu hilangkan tanda ceklis pada Authentication & Forwarding dan OK.  Dengan menghilangkan tanda ceklis tersebut, Komputer klien dan Handphone rekan kita yang sebelumnya dapat menggunakan fasilitas Wireless yang kita bangun sudah tidak bisa menggunakan kembali alias diblokir untuk mengakses perangkat Wireless kita

      wifi13
      Daftar Mac Address yang di blokir untuk akses Wireless Mikrotik
  13. Satu interface wireless Mikrotik menjadi 3 atau lebih interface wireless dengan menggunakan Virtual Access Point. Seperti tampak Gambar dibawah ini
wifi14
Interface Virtual Acces Point

 

Demikian tutorial singkat dalam memanfaatkan Virtual Access Point di perangkat Wireless Mikrotik kita. Masih banyak fitur pada perangkat Mikrotik yang dapat kita gunakan dalam membangun infrastruktur jaringan yang handal. Akhir kata Selamat Mencoba. (Yuliadi)

Iklan