Jika kita ingin meningkatkan kecepatan jaringan kita menjadi 2 kali atau lebih dari kecepatan jaringan sebelumnya, bisa kita memanfaatkan metode Link Aggregation, dimana Link Aggregation ini merupakan sebuah metode yang dapat digunakan untuk menggabungkan lebih dari satu interface agar mendapatkan bandwith yang lebih besar. Dan pada perangkat MikroTik sendiri juga terdapat sebuah fitur yang fungsinya serupa dengan Link Aggregation yaitu Bonding.Jika kita ingin meningkatkan kecepatan jaringan kita menjadi 2 kali atau lebih dari kecepatan jaringan sebelumnya, bisa kita memanfaatkan metode Link Aggregation, dimana Link Aggregation ini merupakan sebuah metode yang dapat digunakan untuk menggabungkan lebih dari satu interface agar mendapatkan bandwith yang lebih besar. Dan pada perangkat MikroTik sendiri juga terdapat sebuah fitur yang fungsinya serupa dengan Link Aggregation yaitu Bonding.

Bonding adalah sebuah teknologi penggabungan beberapa interface/port menjadi satu grup, sederhananya adalah penggabungan beberapa ethernet card yang terpasang pada perangkat MikroTik atau PC menjadi seolah-olah hanya satu interface ethernet, sehingga kita akan mendapatkan troughput bandwith yang lebih besar. Selain itu bisa digunakan untuk keperluan fail-over.

Praktikumnya kita akan mencoba menghubungkan dua buah Router Mikrotik yang mana interface ethernet masing-masing router yang telah dibonding saling dikoneksikan, sehingga dapat berfungsi sebagai sebuah backbone penghubung jaringan yang memiliki bandwith besar. Dengan membuat bonding kapasitas penyaluran data dapat menjadi lebih tinggi, misal terdapat 2 saluran 802.11g dengan menggunakan bonding kapasitas maksimum yang bisa dicapai 2×54 Mbps.

Gambar-Bonding
Gambar Bonding

Dari Gambar di atas kita akan mencoba untuk menghubungkan dua buah perangakat router MikroTik dengan memanfaatkan fitur bonding supaya nantinya kita akan mendapatkan data rate/bandwith maksimum.

Berikut langkah-langkah melakukan setup Bonding:

  1. Login ke perangkat Mikrotik kita via winbox
    • Konek ke IP perangkat Mikrotik kita, lalu masukkan user & password untuk login

      Gambar1-LoginMikrotik
      Gambar 1. Login Mikrotik
  2. Buat Interface “bonding1”  pada masing-masing router (MikroTik 1 dan MikroTik 2)
    • Caranya klik interface > klik Bonding  > tekan (+)  > tab General, isikan baris Name: bonding1, lalu di tab Bonding > Slaves: daftarkan interface “ether3 dan ether4”, Mode: “balance rr” dan Link Monitoring: “mii type 1”

      Gambar2
       Gambar 2. Ether3 & Ether4 Anggota bonding1
  3. Tambahkan IP Address yang satu segment pada interface bonding pada masing-masing router. Kita akan coba menggunakan IP Address 192.168.200.1/24 (MikroTik 1) dan 192.168.200.2/24 (MikroTik 2).
    • Caranya klik IP > Addresses > tekan (+) > Address: 192.168.200.1/24, Network: 192.168.200.0 dan Interface: “bonding1” > Lalu OK. Lakukan juga pada MikroTik 2 dengan IP Address 192.168.200.2/24

      Gambar3-IPAddress
       Gambar 3. Buat IP Address di Interface bonding1
  4. Setelah membuat IP Address di interface bonding pada masing-masing router, seharusnya sudah membentuk koneksi. Nah, untuk pengecekan apakah link yang telah kita bentuk terkoneksi dengan baik atau tidak, kita akan lakukan test “ping” melalui masing-masing terminal router. Misal kita ping dari router MikroTik 1 ke router MikroTik 2
    • Caranya klik Tools > Ping, isinya > Ping To: 192.168.200.2 dan Interface: “bonding1” > lalu Start.

      Gambar4-Ping
      Gambar 4. Ping ke MikroTik 2
  5. Untuk mengetahui seberapa besar bandwith yang bisa dilewatkan dengan interface bonding, kita coba test bandwith antar router mikrotik melalui interface yang di bonding, untuk melihat data rate/bandwith maksimum yang dihasilkan. Kali ini bandwith test akan kita lakukan pada router MikroTik 1
    • Caranya klik Tools > Bandwitdth Test. Lalu tampil halaman utama “Bandwitdth Test”, isinya > Test To: 192.168.200.2, Protocol: udp, Direction: both dan User: “admin” & Password: –  > Lalu klik “Start”

      Gambar5-BandwidthTest.png
       Gambar 5. Bandwidth Test ke MikroTik 2
    • Terlihat saat test bandwith dari MikroTik 1 ke MikroTik 2 di kedua interface (ether3 dan ether4) Rx maksimum 86.7Mbps pada masing-masing ether dan pada interface bonding mendapatkan speed Rx 183.7Mbps

Demikian tutorial singkat dalam memanfaatkan fitur Bonding untuk menggabungkan lebih dari satu interface ethernet agar mendapatkan troughput bandwith yang lebih besar pada perangkat Mikrotik. Masih banyak fitur pada perangkat Mikrotik yang dapat kita gunakan dalam membangun infrastruktur jaringan yang handal. Akhir kata Selamat Mencoba (Yuliadi).

Iklan